KONDISI YANG HARUS DIWASPADAI SEBELUM IMUNISASI PADA BAYI

wp-1515546929153..jpg

KONDISI YANG HARUS DIWASPADAI SEBELUM IMUNISASI PADA BAYI

  • Seringkali terjadi efek yang tidak diinginklan saat imunisasi. Untuk mengurangi resiko timbulnya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi atau efek samping yang tidak diinginkan setelah imunisasi  maka harus diperhatikan apakah bayi termasuk dalam kelompok resiko. Kondisi bayi atau anak yang lebih mudah terjadi KIPI adalah
  • Anak yang mendapat reaksi simpang pada imunisasi terdahulu Hal ini harus segera dilaporkan kepada Pokja KIPI setempat dan KN PP KIPI dengan mempergunakan formulir pelaporan yang telah tersedia untuk penanganan segera
  • Bayi berat lahir rendah  Pada dasarnya jadwal imunisasi bayi kurang bulan sama dengan bayi cukup bulan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada bayi kurang bulan adalah:

  • Titer imunitas pasif melalui transmisi maternal lebih rendah dar pada bayi cukup bulab
  • Apabila berat badan bayi sangat kecil (<1000 gram) imunisasi ditunda dan diberikan setelah bayi mencapai berat 2000 gram atau berumur 2 bulan; imunisasi hepatitis B diberikan pada umur 2 bulan atau lebih kecuali bila ibu mengandung HbsAg
  • Apabila bayi masih dirawat setelah umur 2 bulan, maka vaksin polio yang diberikan adalah suntikan IPV bila vaksin tersedia, sehingga tidak menyebabkan penyebaaran virus polio melaui tinja
  • Pasien imunokompromais   Keadaan imunokompromais dapat terjadi sebagai akibat penyakit dasar atau sebagai akibat pengobatan imunosupresan (kemoterapi, kortikosteroid jangka panjang). Jenis vaksin hidup merupakan indikasi kontra untuk pasien imunokompromais dapat diberikan IVP bila vaksin tersedia. Imunisasi tetap diberikan pada pengobatan kortikosteroid dosis kecil dan pemberian dalam waktu pendek. Tetapi imunisasi harus ditunda pada anak dengan pengobatan kortikosteroid sistemik dosis 2 mg/kg berat badan/hari atau prednison 20 mg/ kg berat badan/hari selama 14 hari. Imunisasi dapat diberikan setelah 1 bulan pengobatan kortikosteroid dihentikan atau 3 bulan setelah pemberian kemoterapi selesai.
  • Pada resipien yang mendapatkan human immunoglobulin   Imunisasi virus hidup diberikan setelah 3 bulan pengobatan utnuk menghindarkan hambatan pembentukan respons imun.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s