Feses Pada Bayi, Normalkah ?

wp-1518257850318..jpgFeses Pada Bayi, Normalkah ?

Kondisi kotoran bayi dapat menggambarkan kondisi kesehatannya, sehingga penting bagi orang tua untuk mengetahui seperti apa kotoran bayi yang normal. Hal lain yang harus diperhatikan adalah bau, warna, frekuensi dan konsistensi. Konsistensi feses yang perludiperhatikan adalah seperti lembek, padat, cair, bulat bulat, keras. Normalnya, bayi buang air besar (BAB) rata-rata empat kali per hari di minggu pertama kehidupannya. Pada minggu-minggu pertamanya pula, jadwal BAB masih belum teratur. Bayi bisa BAB ketika sedang menyusu atau tiap setelah selesai menyusu. Seiring berjalannya waktu, bayi akan menemukan jadwal rutin BAB.

Kekeraapan buang air besar yang normal tergantung usia. Pada bayi baru lahir sampai usia dua bulan, apalagi yang disusui ibunya, buang air besar sering terjadi, bias sampai 10 kali sehari. Hal ini disebabkan karena refleks gastrokolika masih kuat. Refleks gastrokolika ialah refleks tubuh yang meningkatkan pergerakan usus besar yang timbul akibat makan dan minum sehingga bayi buang air besar segera setelah makan. Tinja tampak cair, berbusa, dan berbau asam. Hal ini disebabkan karena usus bayi belum berfungsi sempurna sehingga sebagian laktosa (gula susu) tidak dicerna dengan sempurna. Laktosa yang tidak dicerna usus halus masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri. Mirip proses fermentasi bila kita membuat tape ketan. Terbentuk gas, terlihat seperti buih. Berbau asam karena terbentuk asam-asam organik dan berbentuk cair karena terbentuk cairan akibat proses fermentasi. Jadi sepanjang kenaikan berat badan bayi normal dan bayi tampak sehat, buang air besar yang sering, berbuih, dan berbau asam merupakan hal yang normal.

Setelah beberapa minggu awal terlewati, sebagian bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) bisa jadi hanya BAB satu kali dalam beberapa hari atau dalam seminggu. Kondisi ini bukanlah masalah selama bayi mudah untuk mengeluarkan kotorannya dan kotoran bertekstur lembut.

Warna normal

Bayi yang sehat bisa terlihat dari warna kotorannya. Orang tua tidak perlu cemas jika warna kotoran bayi seperti berikut ini:

  • Hijau kehitaman. Beberapa hari pertama setelah lahir ke dunia, bayi akan mengeluarkan mekonium, yaitu kotoran bayi baru lahir. Mekonium terdiri dari cairan ketuban, lendir, dan segala sesuatu yang tertelan bayi ketika berada di dalam kandungan. Teksturnya cenderung lengket dan berwarna hijau kehitaman. Bila bayimu mengeluarkan mekonium, berarti pertanda baik bahwa ususnya bekerja dengan normal.
  • Hijau kecokelatan, yang artinya bayi mulai mencerna ASI. Pada hari ke-2 hingga ke-4, seharusnya warna kotoran hijau kehitaman akan berangsur ke warna hijau kecokelatan. Bila pada masa ini kotoran bayimu terus-menerus berwarna hitam selama beberapa hari, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.
  • Kuning terang. Bila kamu memberikan ASI pada bayimu, warna kotorannya akan secara bertahap berubah setelah sekitar 3-5 hari. Ini karena air susu pertama dari ibu berfungsi menyerupai pencahar yang membantu membersihkan mekonium dari saluran pencernaan bayi. Warnanya yang semula hijau kecoklatan, akhirnya menjadi kuning terang. Selain itu, bau dan teksturnya juga akan sedikit berubah. Kotoran yang berwarna kuning terang ini sedikit tercium lebih manis. Teksturnya gembur, kadang seperti menggumpal dan kadang kasar.
  • Cokelat muda. Bayi yang mengonsumsi susu formula, kotorannya akan berbeda dengan bayi yang rutin mengonsumsi ASI. Teksturnya seperti pasta gigi karena bayi tidak dapat mencerna susu formula sepenuhnya. Baunya lebih menyengat seperti kotoran orang dewasa dan berwarna kuning kecokelatan atau kuning pucat.

Warna yang perlu diwaspadai

Warna-warna utama yang harus menjadi perhatian orang tua adalah merah, hitam, dan putih. Bila kotoran bayimu di antara ketiga warna tersebut, segera periksakan ke dokter.

  • Merah atau berdarah, artinya ada darah segar dari dubur atau usus besar yang keluar bersama kotoran.
  • Sangat pucat atau putih yang dapat menunjukkan adanya infeksi atau masalah dengan empedu atau biasa disebut penyakit kuning (jaundice). Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Selain menyebabkan kotoran menjadi berwarna pucat, penyakit kuning juga membuat kulit dan area putih mata menjadi terlihat kuning. Walaupun penyakit kuning biasanya dapat hilang dalam beberapa minggu, bukan berarti kamu bisa mengabaikannya karena kondisi ketahanan bayi jelas berbeda dengan orang dewasa. Untuk langkah aman, konsultasikan kepada dokter, terutama bila berlangsung lebih dari dua minggu.
  • Hitam yang menunjukkan adanya darah yang tercerna di dalam saluran pencernaan, padahal kelahiran sudah berlalu beberapa hari. Konsultasikan kepada dokter bila hal ini terjadi. Ada kemungkinan kotoran ini bukan lagi mekonium.
  • Hijau. Selain warna di atas, kamu juga perlu mewaspadai kotoran bayi yang berwarna hijau. Pada bayi yang mengonsumsi ASI, kotoran berwarna hijau dapat menjadi pertanda bahwa bayi menyerap terlalu banyak laktosa. Hal ini terjadi karena kesalahan teknik menyusui. Kamu dianjurkan memberikan ASI dari payudara satu hingga susunya habis baru kemudian berganti ke payudara lainnya. Sementara itu, pada bayi yang mengonsumsi susu formula, warna hijau gelap pada kotoran bayi bisa menandakan tidak cocok dengan merek susu formula yang dikonsumsi, sensitif terhadap asupan, adanya kuman di perut, maupun efek samping obat. Konsultasikan kepada dokter bila hal ini berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Mendekati usia dua bulan, bayi mulai tampak jarang buang air besar. Yang tadinya tiap hari dan sering, kini mulai jarang. Bahkan bisa sampai 5-7 hari belum buang air besar. Kenapa begitu? Fungsi saluran cerna bayi berangsur berkembang, refleks gastrokolika mulai mengendur. Ketersedian enzim laktase untuk mencerna gula susu (laktosa) mulai mencukupi sehingga laktosa mulai dicerna dengan baik, fermentasi laktosa berkurang. Namun, koordinasi otot-otot sekitar anus belum sempurna sehingga bayi sukar mengeluarkan tinja yang mulai memadat kental. Jadi, sepanjang bentuk tinja masih berbentuk pasta/lembek, buang air besar yang jarang merupakan hal yang normal. Apa yang bisa dilakukan ibu? Ambil termometer air raksa, licinkan ujungnya yang tumpul dengan sabun, masukkan ujung yang tumpul itu ke dalam anus bayi sedalam kira-kira dua sentimeter. Dengan cara ini, bayi terangsang untuk mengeluarkan tinjanya. Para ibu jaman dulu ada yang menggunakan sabun yang dibentuk, boleh saja.
  • Lain halnya bila tinja keras dan berbentuk bulat, seperti tahi kambing, ini baru tergolong sembelit atau konstipasi. Bila sejak lahir bayi sudah mengalami kesulitan buang air besar dan tinjanya keras, perlu dikonsultasikan pada dokter. Sebab ada penyakit bawaan yang namanya penyakit Hirschsprung. Sejak lahir sudah terlihat gejalanya berupa keterlambatan pengeluaran mekonium. Mekonium ialah tinja pertama bayi yang berwarna hitam, yang pada bayi normal biasanya keluar dalam 24 jam pertama pascalahir. Selanjutnya pada bayi yang mengalami penyakit Hirschcprung, sejak lahir sudah mengalami sembelit. Perut membuncit karena adanya tumpukan tinja dalam usus. Operasi oleh ahli bedah merupakan pengobatannya.
  • Dari buang air yang sering, dengan bertambahnya umur kekerapan buang air besar makin mendekati normal. Setelah berusia tiga tahun, biasanya buang air besar anak sudah sama seperti orang dewasa, satu kali sehari. Pada anak normal, buang air besar sejarang-jarangnya sekali tiap tiga hari, dan sesering-seringnya tiga kali sehari, asalkan bentuk tinjanya normal, tidak encer atau tidak keras.
  • Bentuk tinja tergantung pada kandungan air di dalamnya. Bila kandungan air sedikit, bentuk tinja tidak akan keras, seperti terjadi pada sembelit. Bila kandungan air banyak, bentuk tinja akan encer/cair, seperti terjadi pada diare.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s